Bagaimana Seharusnya Orang Tua Terhadap Anak
ini adalah sebuah opini penulis bagaimana seharusnya hubungan orang tua terhadap sang anak , atau bagaimana seharusnya orang tua memperlakukan sang anak, tentu ini belum semuanya penulis menuangkan apa yang dipikirkannya. Jika ada sanggahan silahkan tinggalkan dikolom komentar. Tujuan dari opini adalah agar generasi penerus hidup kita memiliki mental yang kuat sehingga tidak mudah tumbang dengan berbagai masalah yang dihadapinya kelak.
Kita mulai dengan Bagaimana Seharusnya Orang Tua Terhadap Anak ? Peran alamiah orang tua terhadap anak adalah mendukung dan menghormatinya, dengan cara memberikan rasa aman dari berbagai motif orang tua terhadap anak.
Sehingga orang tua bisa lebih bijak dalam menghadapi sang anak, dengan tidak menghakiminya atau membanding – bandingkannya dengan orang lain, terlebih lagi dengan saudaranya sendiri. karena setiap anak memiliki keistimewaan yang berbeda – beda.
Orang tua seharusnya tidak memaksakan prepektif dan sudut pandangnya, atau memaksa sang anak untuk menjadi apa yang diinginkan orang tua. Sekali lagi sudut pandang atau prespektif itu lahir dari pengalaman setiap manusia, oleh karenanya prespektif dan sudut pandang akan sangat berbeda untuk setiap manusia. Terhadap orang lain saja kita tidak sepantasnya memaksakan prespektif dan sudut pandang kita, apalagi terhadap anak yang masih bertumbuh dan berkembang lewat pengalamannya.
Orang tua juga tidak perlu terlalu protektif terhadap sang anak, karena ketika itu dilakukan potensi sang anak tidak dapat berkembang baik, menjaga itu baik, namun membatasi ruang gerak anak untuk belajar itu yang akan menjadi masalah dikemudian hari. Ingat pendewasaan lahir dari setiap kejadian dan pengalaman yang dimiliki dari setiap manusia. Karena terkadang rasa sakit yang membuat kita sebagai manusia belajar, apalgi sang anak manusia yang lagi – lagi masih bertumbuh dan belajar untuk memahami tentang hidup.
Bangun kepercayaan diri sang anak dengan menuntunnya menemukan kekuatan yang ada didalam dirinya, bantu sang anak untuk menemukan bagaimana cara dia memberikan motivasi terhadap dirinya sendiri, karena motivasi yang paling kuat bukan datang dari orang lain, melainkan datang dari dirinya sendiri.
Bagaimana cara menuntun sang anak memiliki kekuatan dan motivasi terhadap diri sendiri adalah dengan membiarkan ia belajar dari setiap kejadian yang telah dialami. dan selalu tanyakan tentang berbagai macam hal yang telah dialaminya. sehingga sang anak terbiasa untuk mengungkapkan apa yang dirasakan, dan lambat laun apa yang menjadi kekuatannya dan motivasinya akan terelihat dan terasa.