Apa itu Manajemen Bandwidth ?
Manajemen bandwidth (bandwidth management) merupakan sebuah metode yang diterapkan untuk mengatur besarnya bandwidth yang akan digunakan oleh masing-masing pengguna di sebuah jaringan sehingga penggunaan bandwidth akan terdistribusi secara merata. Manajemen bandwidth adalah pengalokasian yang tepat dari suatu bandwidth untuk mendukung kebutuhan atau keperluan aplikasi atau suatu layanan jaringan. Pengalokasian bandwidth yang tepat dapat menjadi salah satu metode dalam memberikan jaminan kualitas suatu layanan jaringan Quality of Service (QoS).
Kemudian, bagaimana cara membagi bandwidth? Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pembagian bandwidth, diantaranya adalah dengan limit, grouping, burst dan priority.
- Limit, yaitu membatasi bandwidth sesuai dengan kebutuhan dan jumlah pengguna. Sebagai contoh seorang admin warnet yang memiliki bandwidth 1 Mbps akan dibagi dengan 4 komputer. Jadi admin tersebut menggunakan limiter agar bandwidth yang didapat oleh pengguna bisa sama rata.
- Grouping, yaitu pembagian bandwidth berdasarkan suatu grup atau kelompok. Di dalam grup tersebut terdapat beberapa pengguna yang akan menggunakan bandwidth. Jika ada salah satu pengguna dalam grup tersebut tidak memakai bandwidth maka dapat digunakan oleh pengguna lain. Sebagai contoh pada gambar di bawah ini, setiap PC telah dibatasi bandwidth-nya sebesar 512 kbps dari total bandwidth 1024 kbps. Namun jika salah satu PC tidak sedang menggunakan bandwidth, misalnya PC-2, maka PC-1 bisa menggunakan bandwidth PC-2. Sehingga PC-1 bisa mencapai max-limit 1024 kbps.
- Burst, yaitu pembagian bandwidth dimana jika pengguna tidak terus menerus menggunakan bandwidth maka penggunaan bandwidth dapat ditingkatkan dari limit yang telah ditentukan. Sebagai contoh, misalnya pengguna PC-1 kita berikan limit 512 kbps, selama pengguna PC-1 tidak menggunakan bandwidth terus menerus bandwidthnya bisa naik diatas limitnya misalnya 1024 kbps.
- Priority, yaitu pembagian bandwidth berdasarkan prioritas pengguna. Sebagai contoh, ada banyak pengguna bandwidth dan dari sekian banyak pengguna ada beberapa pengguna yang memiliki prioritas lebih penting. Jika masih ada bandwidth yang tersedia (tidak terpakai semua), pengguna yang lebih penting bisa menggunakan bandwidth tersebut terlebih dulu dari pada pengguna yang lain.
Baca Juga : Fungsi Bandwidth dalam Jaringan