Uji Tanda atau Sign Test – Prosedur dalam SPSS
Pengertian Uji Tanda atau Sign Test
Uji Tanda atau Sign Test digunakan untuk melihat perbedaan antara dua sampel yang berhubungan dimana kedua sampel tersebur menceriminkan adanya kondisi sebelum dan sesudah ada perlakuan yang diberikan pada partisipan atau responden dalam sampel-sampel tersebut. Dinamakan uji tanda karena pengujianya menggunakan tanda (+) dan (-) yang berfungsi untuk mrewakili arah perbedaan antara kedua variabel tersebut.
Salah satu kegunaan uji ini adalah digunakan riset eksperimental untuk melihat perbedaan antara dua samepl yang berhubungan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Asumsi pokok dari uji ini adalah variabel-variabel yang diteliti memiliki distribusi selisih observasi.
Syarat Uji Tanda atau Sign Test
Syarat dari uji ini, jika sampel kecil kurang dari 25 pergunakan pendekatan binominal dengan ketentuan P=Q = /1/2, Jika sampel besar lebih dari 25 maka pergunakan pendekatan distribusi normal.
Hipotesis :
H0 = median score sama dengan 0
H1 = median score tidak sama dengan 0
Prosedur dalam spss
Langkah-langkah prosedur dalam SPSS
- Analyse > Non Parametric Test > Legacy Dialogs > 2 Relatede Samples
- Pindahkan sebelum ke kolom sebelum dan sesudah ke kolom sesudah
- Centang Sign pada Test Type
- Klik Option centang Descriptive
- Ok
Contoh kasus :
Melihat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum diberikan metode pembelajaran audiovisual, sampel yang digunakan 20 siswa.

Inputan dalam SPSS,

Langkah-langkah perhitungan

Hasil diatas atas menunjukan pada tabel deskriptif, rata-rata pengetahuan siswa sebelum diberikan metode audiovisual sebesar 3,75, sedangkan rata-rata setelah diberikan metode audiovosial sebesar 3,25.
Pada tabel Frequencies, dapat dilihat Negative Differences sebesar 13 dan Positive Difference sebesar 4 dan jumlah perbedaan positif adalah Ties 3.
Maka dapat disimpulkan, pada kasus ini pemberian metode audiovisual hana memberikan perbedaan positif (artinya naik) sebesar 3, ada perbedaan namun tidak signifikan, dengan kata lain tidak efektif.
Perlu diingat, bahwa hasil riset yang tidak sesuai dengan teori, bukan berarti riset ini salah. Akan tetapi perlu dilihat faktor-faktor terkait yang membuat hasil penelitian ini berbeda. Meskipun demikian langkah pertama yang harus dilakukan yaitu dengan mengecek kembali data yang telah diperoleh, melihat apakah ada kesalahan atau tidak. Pengecekan berulang ini penting dilakukan agar hasil yang kita peroleh benar-benar valid dan sesuai.
Penulis : Ernata Trisandi