Apa itu Load Balancing ?
Load balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi.
Load balancing digunakan pada saat sebuah server telah memiliki jumlah pengguna yang telah melebihi maksimal kapasitasnya. Load balancing juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal.
Cara Kerja Load Balancing
Perlu diketahui bahwa dengan menggunakan load balancing dua jalur koneksi, maka besar bandwidth yang akan didapat menjadi dua kali lipat dari bandwidth sebelum menggunakan load balancing. Hal ini perlu diperjelas, bahwa load balancing tidak akan menambah besar bandwidth yang diperoleh, tetapi hanya bertugas untuk membagi trafik dari kedua bandwidth tersebut agar dapat terpakai secara seimbang.
Saat keempat client melakukan pengambilan data di internet maka Load Balancer (RouterOS Mikrotik) akan membagi beban tersebut menjadi sebagian, Client 1 dan Client 2 akan dilayani oleh ISP Pertama sementara Client 3 dan Client 4 akan dilayani oleh ISP Kedua.
Load balancing dapat dilakukan dengan cara memaksimalkan beberapa parameter yaitu delay, packet loss, jitter, availability dan throughput pada RouterOS Mikrotik menggunakan software winbox.
Permasalahan pada Load Balancing
Masalah yang sering muncul ketika seseorang mengakses sebuah halaman di internet adalah kecepatan koneksi atau kecepatan akses tidak seperti yang diharapkan. Masalah seperti ini sering muncul baik di kantor-kantor ataupun di sebuah warnet sekalipun.
Ada sebuah kasus menurut Jurnal yang ditulis Sumarno dan Hasmoro (2013) yang terjadi di SMP Negeri 2 Karanganyar. Pada tahun 2005 pihak sekolah berlangganan internet paket office dari Telkom yang besaran bandwidth-nya 512 Mbps. Dengan paket office tersebut diharapkan dapat mencukupi kebutuhan koneksi internet untuk 25 komputer di laboratorium komputer, 5 (lima) komputer di kantor tata usaha dan beberapa guru yang ingin terkoneksi lewat wifi/hotspot.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak guru yang membutuhkan koneksi internet semakin terasa bahwa kecepatan akses internet tidak memadai lagi. Maka pada tahun 2010 pihak sekolah memutuskan untuk menaikkan kecepatan koneksi dengan menambah bandwidth menjadi 1 Mbps. Meskipun bandwidth sudah dinaikkan menjadi 1 Mbps, ternyata kecepatan akses internet masih belum seperti yang diharapkan. Karena jumlah pengguna yang menggunakan akses internet pun bertambah besar. Disamping guru yang menggunakan laptop untuk mengakses internet semakin banyak, pada saat itu pula dibuka laboratorium komputer baru yang jumlah komputernya ada 13 unit.
Maka pada tahun 2011 pihak sekolah memutuskan untuk menambah bandwidth menjadi 3 Mbps. Akan tetapi saat itu kantor Telkom Karanganyar belum melayani bandwidth dengan besaran 3 Mbps, maka pihak sekolah memutuskan menambah satu jalur speedy lagi dengan besaran bandwidth 2 Mbps guna mencukupi kebutuhan koneksi internet di sekolah.
Dengan dua jalur speedy, pihak sekolah berharap dapat memenuhi kebutuhan koneksi internet untuk siswa maupun untuk guru. Pada saat itu model yang digunakan untuk pembagian jalur koneksi adalah satu line speedy yang besaran bandwidth-nya 1 Mbps dialokasikan untuk guru, sedangkan satu jalur lagi yang besaran bandwidth-nya 2 Mbps dialokasikan untuk lab komputer 1 dan lab komputer 2.
Seiring berjalannya waktu, pihak sekolah merasa rugi dengan model pembagian jalur seperti di atas. Kerugiannya yakni ketika lab komputer tidak dipakai untuk proses pembelajaran maka bandwidth yang menuju ke lab komputer tidak terpakai. Begitu juga sebaliknya apabila tidak ada guru yang mengakses internet maka bandwidth yang menuju ke kantor guru akan terbuang percuma.
Dengan mempertimbangkan masalah tersebut maka pada awal tahun 2012 pihak sekolah menerapkan model load balancing guna memaksimalkan penggunaan bandwidth supaya tidak terbuang percuma.
Dengan model load balancing maka pembagian trafik dari kedua bandwidth tersebut dapat terpakai secara seimbang. Di samping itu kita dapat mengatur bandwidth pada setiap pengguna yang terkoneksi ke internet. Maka dengan begitu tidak ada istilah pengguna yang tidak kebagian bandwidth.