Puisi

Puisi : Dialog jiwa

Ketika dirimu tetap berdiri setelah kehancuran
Berdiri di tepian harapan
Berdiri di batas keputus asaan
Saat itulah kau ingin berteriak “selamatkan aku”

Namun tidak satupun orang yang mendengar
Tidak satupun ada yang menolong
Hanya keheningan, kehampaan tanpa kekuatan
Dan ketika saat itu merasa sendiri
Ingatlah ….

“Demi waktu duha, dan demi apabila malam telah sunyi,
Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu”

Satu rangkaian kata yang begitu manis,
rangkaian kalimat yang begitu indah,
yang ingin mengatakan bahwa engkau tidak sendiri.

Kalimat itu bukan dia yang kau puja puji setiap hari,
bukan dia yang kau cinta sampai kau tak sadar diri sampai kau kehilangan harga diri.

Tapi dari Rabb mu yang memiliki langit dan bumi.
Yang dengan Dia engkau tidak akan pernah merasa kecewa.
Yang jika berharap kepadaNya tidak akan pernah sia-sia.

Jadi tidak usah risau dengan hidupmu
yang mungkin sedang jatuh,
hatimu sedang patah,
jiwa mu sedang gundah dan ragamu sedang tidak berdaya.

Di tengah kesunyian malam, berdirilah, berbisik lah pada bumi,
niscaya langit akan mendengar.
Dan apabila fajar terlah datang,
akan kau temukan jalan untuk pulang.