Kenapa Menabung Itu Penting, Inilah Pengalaman Yang Membuat Candu
Kenapa menabung itu penting, mungkin untuk sebagian orang menabung bukanlah sebuah kata yang asing. Kebanyakan orang telah sadar pentingnya menabung dan menerapkan rutinitas tersebut.
Tetapi tidak sedikit dari kita, yang mengetahui kata menabung tetapi belum menerapkan kegiatan tersebut di dalam kehidupannya. Alasannya pun beragam.
Dari sekian banyak yang saya dengar, alasan mengapa kebanyakan orang tidak mau menabung adalah karena penghasilan yang mereka dapatkan tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Narasinya seperti ini “Boro-boro buat nabung, buat makan aja masih susah.” itulah alasan yang sering saya dengar. Dan menjadi masuk akal ketika akhirnya mereka tidak mau menabung.
Tujuan menabung itu sendiri kan, untuk mempersiapkan kebutuhan kita di masa yang akan datang. Tetapi jika hari ini saja, kebutuhan kita masih belum mencukupi, kenapa harus memikirkan masa yang akan datang.
Namun jika kita ingin menarik diri, dan kita mampu membaca pola kehidupan atau siklus hidup manusia, kita akan paham bahwa akan banyak hal yang akan kita hadapi dan kesemuanya berhubungan dengan uang.
Artikel atau tulisan ini, bukan maksud untuk menakut-nakuti, atau mengajarkan tentang ketidak Lillahi Ta’ala kepada Allah. Karena berpasrah dan berserah terhadap Allah yang saya pahami, bukan apa kata nanti. Tetapi berusaha terlebih dahulu kemudian untuk hasilnya kita serahkan kepada Allah.
Menabung adalah bentuk upaya atau usaha kita untuk mempersiapkan masa depan. Agar di masa yang akan datang kita tidak menyusahkan diri kita sendiri dan orang lain karena masalah keuangan.
Kendatipun pada saat proses kita mempersiapkan diri tidak berhasil, atau umur kita tidak sampai ditujuan teresbut, tidak apa-apa. Uang yang sudah kita kumpulkan bisa untuk biaya pemakaman kita atau diberikan kepada keluarga yang masih hidup.
Artikel ini juga ditujukan untuk kalian yang bekerja dan memiliki penghasilan yang cukup untuk gaya hidup standar yang paling rendah. Kenapa demikian karena setiap orang memiliki gaya hidup dan keinginan yang berbeda-beda.
Sekilas cerita kenapa saya selalu mengkampanyekan pentingnya menabung kepada orang-orang yang ada di sekitar saya, Hingga akhirnya saya menceritakannya di blog ini.
Singkat cerita bahwa saya tidak pernah menyangka bahwa dengan uang yang saya simpan dengan tidak sengaja, akhirnya dapat menunaikan kewajiban saya sebagai seorang anak untuk memakamkan ayah saya.
Yang kita tahu bahwa dalam proses pemakaman dibutuhkan uang. Untuk membeli tanah dan perlengkapan yang lainnya. Saat itu saya tidak tahu atau belum paham mengenai ada atau tidaknya pemakaman gratis yang dibantu oleh pemerintah setempat.
Dari situlah saya mulai menyadari bahwa pentingnya menabung atau menyisihkan sebagian penghasilan yang kita dapatkan. Setidaknya untuk persiapan jika terjadi hal yang diinginkan.
Tidak hanya itu saja dengan kita memiliki tabungan kita bisa membantu keluarga, apabila mengalami musibah dan membutuhkan uang yang mendesak.
Saya cukup paham ketika ada beberapa orang yang tidak bisa menabung karena memiliki alasan karena tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk kebutuhan hidupnya. Karena setiap manusia pasti memiliki kebutuhannya masing-masing yang berbeda.
Oleh karena itu saya tekan kan lagi bahwa tulisan ini ditujukan untuk kalian yang sudah memiliki penghasilan dan berniat untuk berupaya agar dimasa yang akan datang tidak terlalu terbebani dengan masalah keuangan.
Perlu diketahui bahwasannya saya belum menikah saat memulai menabung di tahun 2009, pada saat itu saya mendapatkan gaji Rp. 475.000. Dan dari uang tersebut saya selalu sisihkan Rp 100.000 setiap bulannya.
Saat itu harga beras di tahun 2009 kurang lebih sekitar Rp 6.000-an untuk 1 Kg. Jadi untuk kehidupan sehari – hari saya hanya menggunakan uang Rp 375.000 yang dimana saya juga harus membantu mencukupi kebutuhan keluarga.
Sebenarnya dengan uang segitu tidaklah cukup untuk kebutuhan hidup selama satu bulan. Oleh karena itu tidak jarang saya makan hanya 1 atau 2 kali sehari. Atau terkadang membeli satu bungkus nasi untuk dimakan dua kali.
Kenapa aku mau menyusahkan diri hanya untuk menabung. Jawabannya hanya satu.
“Kamu mau susah sekarang atau susah nanti, kesusahan sekarang masih bisa kamu kendalikan karena kamu yang memutuskan untuk melakukannya. Sementara jika nanti, kamu tidak memiliki kendali tentang kejadian yang akan membuat kamu susah jika kamu tidak siap-siap untuk itu”.
Karena setiap manusia pasti akan mengalami kesulitan, hanya saja tergantung jenis kesulitan mana yang akan kita pilih.
Alhamdulillah, Allah maha baik. Yang selalu membantu saya dalam segala hal, sehingga ada saja tawaran pekerjaan sampingan yang akhirnya bisa menambhah biaya kebutuhan sehari-hari.
Meskipun demikian aku belum bisa membeli makanan yang sedikit mewah atau viral, pergih ke bioskop, atau membeli barang barang yang aku inginkan, seperti jam dan yang lainnya. Saat itu saya belajar untuk memahami standar prioritas ketika ingin membeli seuatu.
Tentu saja setiap tahun pendapatanku bertambah. Hingga di tahun 2011 aku memutuskan untuk kuliah yang saat itu aku memiliki pendapatan perbulan Rp. 800.000 dimana aku harus membayar uang kuliah per semester 1.500.000, dan pengeluaran lainnya yang tidak terduga. Dan Alhamdulillah sampai dengan lulus kuliah saya tidak memiliki drama masalah keuangan.
Dari pengalaman itu saya menikmati kenyamanan saat kita memiliki uang tabungan, sehingga ketika ada kejadian atau kebutuhan yang mendesak kita bisa tenang.
Hingga akhirnya di tahun 2015 ketika aku telah lulus kuliah, aku bisa memiliki rumah sendiri, meskipun sampai saat ini masih nyicil. Tetapi aku bersyukur karena Allah yang menuntunku untuk rajin menabung, memberikan intuisi untuk bisa melihat pola kehidupan, sehingga aku bisa bersiap-siap, selalu membantuku saat aku kesulitan. Dan masih banyak pertolongan Allah yang tidak bisa disebutkan karena terlalu banyak kebaikanNYa.
Menabung itu tidak enak karena ada beberapa keinginan serta kenyamanan saat itu yang dikorbankan. Tapi setelah menikmati ketenangan tidak terlalu memiliki banyak drama keuangan, semua hal yang tidak enak tadi menjadi terlupakan dan tinggal sebuah cerita.
Tentu saja karena saya masih hidup dan masih banyak perjalanan yang akan saya lewati, tentu saja saya masih harus melakukan berbagai macam upaya untuk mempersiapkan semuanya.
Jadi apakah kalian mau berjuang agar bisa menabung ?
Penulis : Edwin Nugroho
Sumber : Pengalaman pribadi penulis