CATATAN PEMBAHASAN SOAL PPG : Kemampuan peserta didik untuk membina hubungan dan kemampuan memotivasi diri termasuk kecerdasan
Kemampuan peserta didik untuk membina hubungan dan kemampuan memotivasi diri termasuk kecerdasan….
A. KOGNITIF
B. SOSIAL
C. EMOSIONAL
D. MORAL
jawabannya : C. EMOSIONAL
PEMBAHASAN
A. Kognitif
Kemampuan kognitif adalah keterampilan berbasis otak yang diperlukan untuk melakukan tugas apapun dari yang sederhana hingga yang paling kompleks. Struktur kognitif yang ada pada seorang anak sangat cepat, seperti: mereka akan lebih cepat menangkap dan mengingat sesuatu yang nyata baginya.
Kemampuan kognitif siswa adalah kemampuan yang berhubungan dengan ingatan terhadap pengetahuan dan informasi serta pengembangan keterampilan intelektualnya (Dimyati dan Mudjiono, 2006).
Kemampuan kognitif adalah suatu kemampuan yang dimiliki individu dimana kemampuan ini berkaitan dengan segala bentuk kegiatan mental (otak). Dengan kata lain, ketika individu melakukan suatu aktivitas yang menggunakan daya otaknya, maka aktivitas tersebut akan memerlukan kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif berguna untuk mengembangkan kemampuan manusia dalam berpikir secara rasional. Contoh kegiatan atau aktivitas yang membutuhkan kemampuan kognitif adalah belajar.
Dalam hal belajar, tidak dapat disangkal lagi bahwa semua orang di dunia ini memiliki teknik belajar yang berbeda-beda. Secara umum, ada empat tipe pembelajaran yaitu, secara visual, auditori, membaca atau menulis, dan kinestetik. Pada dasarnya, setiap orang mendominasi satu atau lebih dari tipe pembelajaran tersebut.
Kemampuan kognitif adalah konstruksi proses berpikir, termasuk mengingat, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Proses ini sudah terjadi semenjak kita kecil, menuju remaja dan hingga dewasa.
Proses belajar memang tidak pernah mengenal usia, meskipun sekarang kita sudah menjadi karyawan, manajer atau pengusaha sukses sekalipun, proses belajar di dalam hidup akan terus berlanjut. Dari empat tipe pembelajaran yang sudah kita bahas di awal, tentunya masing-masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
B. Sosial
Kecerdasan sosial atau intelegen Sosial(IS) atau sering disebut dengan kecerdasan interpersonal yaitu kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Orang yang mempunyai kecerdasan ini mampu mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain. Seseorang yang memiliki kecerdasan sosial yang tinggi ia akan mudah menyelesaikan permasalahannya dengan orang lain , lebih bisa memahami perasaan orang lain, dan tidak menjadi orang yang egois dalam bertindak.
Kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk secara efektif menavigasi dan bernegosiasi dalam interaksi dan lingkungan sosial.
Menurut ilmuwan data Ross Honeywill, kecerdasan sosial adalah gabungan dari kesadaran diri dan kesadaran sosial, evolusi keyakinan sosial dan sikap, serta kapasitas dan kemampuan mengelola perubahan sosial yang kompleks.
Definisi pertama kecerdasan sosial oleh Edward Thorndike pada tahun 1920 adalah “kemampuan untuk memahami dan mengelola laki-laki dan perempuan dan anak perempuan, untuk bertindak bijaksana dalam hubungan manusia”. Hal ini setara dengan kecerdasan interpersonal, salah satu jenis kecerdasan yang diidentifikasi dalam teori kecerdasan majemuk Howard Gardner, dan terkait erat dengan teori pikiran.
Menurut Sean Foleno, kecerdasan sosial adalah kemampuan seseorang untuk memahami lingkungannya secara optimal dan bereaksi dengan tepat untuk sukses secara sosial.
Terdapat lima aspek kecerdasan sosial
Pertama, aspek kesadaran situasional. Aspek ini mengukur bagaimana individu memahami dan peka terhadap kebutuhan, hak, serta perasaan dari orang lain.
Kedua, aspek kemampuan membawa diri yang meliputi penampilan fisik, cara bersikap, serta bahasa tubuh dari individu.
Lalu yang ketiga adalah aspek autencitiy, yaitu bagaimana cara berbicara dan bersikap kepada orang lain yang menunjukkan ketulusan atau keaslian dari pribadi individu yang sesungguhnya.
Keempat, aspek clarity. Aspek ini mengukur bagaimana kemampuan individu dalam berkomunikasi dengan jelas, sehingga orang lain dapat mengerti maksud dari ide atau gagasan yang disampaikan.
Selain itu, aspek ini juga mengukur bagaimana kemampuan individu untuk mempersuasi orang lain agar dapat menerima gagasan yang disampaikan. Kemudian aspek yang terakhir adalah empati, yaitu kemampuan individu untuk memahami dan mengerti perasaan orang lain.
C. Emosional
Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.
kecerdasan emosional adalah kemampuan peserta didik dalam mengelola emosi yang dimiliki yang dapat mengarahkan peserta didik untuk bersikap dan berprilaku dengan tepat sesuai dengan kondisi-kondisi tertentu.
Ada banyak pengertian kecerdasan emosional (EQ), namun menurut organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi, menggunakan, memahami, dan mengelola emosi secara efektif dan positif.
Kecerdasan emosional juga mencakup kemampuan seseorang untuk mengenali dan merespons dengan tepat perasaan orang lain, termasuk empati.
Di sisi lain, EQ yang tinggi dapat memungkinkan seseorang untuk menangani tantangan yang mungkin dihadapi. Misalnya di masa krisis, EQ memungkinkan seseorang untuk berpikir secara rasional dan meredam emosi dengan kesabaran dan pengertian.
Dengan demikian, EQ dapat membantu seseorang untuk berpikir sebelum bertindak, mempraktikkan pengambilan keputusan yang baik, dan membina hubungan interpersonal yang positif.
Ada beberapa aspek kecerdasan emosional yaitu mengenali emosi diri, menglola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenal emosi orang lain (empati) dan membina hunungan.
Menurut Daniel Goleman dalam bukunya yang berjudul “Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ”, kecerdasan emosional dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
Motivasi Diri
Motivasi diri berarti mengarahkan emosi untuk mencapai tujuan atau pencapaian pribadi secara efektif. Orang-orang yang memiliki kemampuan motivasi diri cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam kehidupan sehari-hari.
Ketahanan
Dalam hal ini ketahanan yang dimaksud adalah mengetahui emosi diri sendiri. Ini karena kesadaran diri adalah kunci dari kecerdasan emosional. Jika seseorang yakin dengan perasaannya, maka orang tersebut akan memiliki gagasan yang lebih baik dan siap untuk membuat keputusan.
Kontrol Impuls
Kontrol impuls atau pengendalian emosi di sini lebih dari sekadar mengetahui emosi diri sendiri saja, namun ini tentang bagaimana cara seseorang dapat mengendalikannya dan mengarahkannya ke arah yang benar.
Ini karena sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui bagaimana menghadapi perasaan diri sendiri dan menyesuaikannya dengan setiap situasi.
Kemampuan kontrol impuls juga akan memungkinkan seseorang untuk dapat pulih dalam situasi kegagalan atau kesedihan, dan mengendalikan diri saat menghadapi kegembiraan.
Empati
Empati dan mengakui emosi orang lain merupakan keterampilan mendasar yang perlu dimiliki oleh seseorang. Empati dapat membantu seseorang untuk mengetahui apa yang dibutuhkan atau diinginkan oleh orang lain.
Orang dengan empati yang berkembang akan memiliki kinerja yang lebih baik di berbagai bidang seperti pengajaran, penjualan, dan manajemen.
Hubungan Interpersonal
Sangat penting bagi seseorang untuk mengetahui bagaimana berhubungan secara interpersonal. Seni hubungan sendiri merupakan kompetensi sosial yang penting bagi mereka yang mencari kesuksesan. Hal ini didasari pada kemampuan seseorang untuk membimbing emosi orang lain.
Dengan demikian, seseorang yang memiliki keterampilan dalam hubungan interpersonal dapat berkinerja dengan baik dalam situasi apapun, yang bergantung pada interaksi dengan orang lain.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik adalah dengan menerapkan pendidkan karakter. Dengan pendidkan karakter peserta didik di sekolah dasar akan cerdas emosinya serta hasil belajarnya akan semakin meningkat.
D. moral
Secara etimologis kecerdasan moral berakar dari dua term kata yaitu kecerdasan (intelligence) dan moral. Menurut Wechsler, kecerdasan (intelligence) adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.
Sedangkan moral menurut Rogers diartikan sebagai kaidah dan pranata yang mengatur perilaku individu dalam hubungannya dengan kelompok sosial dan masyarakat dan merupakan standar baik-buruk yang ditentukan bagi individu oleh nilai-nilai sosial budaya dimana individu sebagai anggota sosial.
Menurut Borba, kecerdasan moral adalah kemampuan memahami hal yang benar dan yang salah artinya, memiliki keyakinan etika yang kuat dan bertindak berdasarkan keyakinan tersebut, sehingga orang bersikap benar dan terhormat.
Lennick dan Kiel mendefinisikan kecerdasan moral adalah kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah sebagaimana definisi dari prinsip universal. Prinsip universal merupakan keyakinan mengenai pedoman manusia yang berlaku untuk semua budaya diseluruh dunia tanpa membedakan gender, etnik, budaya, ataupun wilayah.
Dari beberapa pengertian tentang kecerdasan moral yang di kemukakan oleh ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan moral adalah kemampuan mental individu dalam membedakan tindakan benar dan salah serta mampu berfikir secara rasional terhadap tindakan yang dilakukan dilingkungan sosialnya dan bisa diaplikasikan pada sebuah nilai, tujuan, dan tindakan seseorang.