Apa itu Voodoo ?
Apa itu Voodoo ?. Menurut buku A Beginner’s Guide to Voodoo karya Issendai Bechau, voodoo adalah agama yang berasal dari benua Afrika.
Di Amerika dan Karibia, itu dianggap sebagai kombinasi dari berbagai tradisi Afrika, Katolik, dan penduduk asli Amerika. Ini dipraktekkan di seluruh dunia tetapi tidak tau pasti berapa banyak orang yang menjadi Voodooist, atau orang yang menganut agama voodoo.
Voodoo tidak memiliki tulisan suci atau otoritas dunia, karena konsep dasarnya berpusat pada pengalaman individu, yang disertai dengan pemberdayaan dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
Di berbagai belahan dunia, voodoo memiliki bentuk yang berbeda dan bervariasi dari satu komunitas ke komunitas lainnya. Selain di Afrika, voodoo banyak dipraktikkan di wilayah selatan Amerika Serikat, Haiti, dan Brasil.
Apa yang di yakini seorang Voodoo ?
Seorang Voodooist percaya bahwa ada dunia yang terlihat dan tidak terlihat, dan bahwa dunia ini saling terkait.
Kematian adalah transisi ke dunia Kasat Mata, jadi para pendahulu kita masih bersama dengan kita dalam bentuk roh. Mereka mengawasi dan membimbing kita.
Selain leluhur dan orang-orang yang kita kenal dalam hidup,
Ada juga Lwa, yang dapat dipahami sebagai pola dasar kepribadian manusia.
Di Haiti Vodou, lwa berfungsi sebagai perantara antara manusia dan dewa pencipta
Menurut kepercayaan Vodou, lwa berkomunikasi dengan manusia melalui mimpi dan ramalan, Vodouists percaya, lwa dapat berkomunikasi dengan manusia lain, menawarkan nasihat, teguran, atau penyembuhan.
Jika Voodoo hanyalah sebuah agama mengapa semua orang menganggapnya hal yang menakutkan?
Hal ini disebabkan Rasisme yang mengaburkan pandangan kita tentang Voodoo.
Voodoo pertama kali dipraktekkan di Amerika dan Karibia oleh budak keturunan Afrika, yang budayanya ditakuti dan diejek. Budak tidak dianggap sebagai manusia seutuhnya.
Agama mereka ditolak sebagai takhayul, pendeta mereka direndahkan sebagai dukun, Dewa dan Roh mereka dicela sebagai kejahatan.
Satu-satunya revolusi budak yang berhasil dalam sejarah modern terjadi di Haiti pada akhir 1700-an. Budak keturunan Afrika menggulingkan penguasa Eropa dan mengambil alih negara.
Banyak budak adalah Voodooist, dan beberapa pemimpin militer mereka adalah pendeta yang mengilhami dan mengorganisir komunitas mereka untuk memperjuangkan kebebasan.
Revolusi Haiti memicu ketakutan di koloni Eropa dan Amerika lainnya yang bergantung pada sejumlah besar budak sebagai buruh perkebunan.
Citra dan kosa kata Voodoo (dan agama Afro-Karibia lainnya) menjadi ancaman dan tertanam dalam budaya tersebut sebagai sesuatu yang mengerikan.
Seiring waktu, budaya Amerika menjadi terpesona oleh tradisi misterius ini dan mulai menggambarkannya dalam film dan buku horor yang sensasional.
Praktik “Voodoo” yang digambarkan oleh Hollywood adalah sebuah cerita rakyat modern yang jahat yang dapat menyakiti kita.
Baca Juga : Asal Usul Dan Misteri Danau Setu Patok