Pernikahan Menurut Aku
Pernikahan Menurut Aku. Pada dasarnya kami berdua adalah anak manusia yang takut menikah. Alasanya karena banyak melihat rumah tangga yang tidak sehat alias suami istri saling menyakiti, baik secara perilaku ataupun verbal. Hal ini berdampak buruk pada anak-anaknya. Jadi punya luka batin.
.
Kami tidak mau punya rumah tangga begitu. Kami mau bahagia menjalani ibadah terpanjang ini.
.
Atas dasar itu, kami menikah dengan mengantisipasi kemungkinan buruk yang akan terjadi. Di awal komitmen serius (sebelum menikah tentunya), kami tulis semua hal yang tidak disukai dan disukai. Misalnya saya tidak suka dibentak, dan myBabySharkDududu tidak suka dipaksa. Nah ini jadi fokus untuk tidak dilakukan saat menikah.
.
Selain itu kami bahas juga pemicu keributan pada rumah tangga pada umumnya. Seperti faktor ekonomi, kesetiaan, pihak ketiga seperti keluarga yg ikut campur, dan kehidupan intim suami istri. Bagaimana cara mengantispasinya jika masalah tersebut muncul, atau sebisa mungkin jangan sampai muncul.
.
Kesepakatan dan pembahasan tersebut alhamdulillah bekerja baik. Qadarallah Sampai saat ini tidak ada keributan yang berarti. Catatan Itu sebagai rule menjalani kehidupan rumah tangga kami selama 4 tahun ini dan selamanya. Demi ketenangan batin di dalam rumah tangga.
.
Menikah itu berat jika tidak saling berdiskusi dan saling bekerja keras untuk bahagia. Mesti punya banyak tips and trik untuk menciptakan keluarga samawa. Tidak mudah! Sungguh tidak mudah!