Akhlak Terpuji dan Akhlak Tercela
Akhlak Terpuji dan Akhlak Tercela. Imam Al-Ghazali menyebut akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa . Daripada jiwa itu, timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa melakukan pertimbangan fikiran (spontanitas). Sementara itu Ibnu Maskawayh mengatakan akhlak ialah suatu keadaan bagi diri atau jiwa yang mendorong (diri atau jiwa itu) untuk melakukan perbuatan dengan senang tanpa didahului oleh daya pemikiran kerana sudah menjadi kebiasaan.
Maka dengan demikianbahwa akhlak ialah suatu kumpulan daripadanya nilai – nilai dan sifat – sifat yang menetap di dalam diri atau jiwa yang pada pancarannya menjadikan pertimbangan baik atau buruknya perbuatan sesorang pada pandangan manusia dan dari sanalah sesorang itu akan maju mengerjakannya atau mundur mengurungkannya.
Mengapa Akhlak Itu Penting ?
Setidaknya ada 3 hal yang membuat akhlak begitu penting.
- Perilaku manusia merupakan perwujudan daripadanya akhlak artinya kedudukan serta fungsi akhlak itu sangat dominant atau menentukan terhadap perilaku.
- Amal perbuatan seseorang adalah wujud pancaran jiwanya. Jadi perilaku adalah bukti dari pada tabiat, watak dan karakternya.
- Akhlak dan penilaian bagikan akar dengan batang pada yang tumbuh dalam sebidang tanah. Artinya : Baik buruknya seseorang karena buruknya akhlaknya, sebab batangpun busuk bila busuk akarnya.
Kedudukan Akhlak dalam Islam
Islam telah menjadikan akhlak sebagai illat (alasan) kenapa agama Islam diturunkan.
ومابعثت لؤتمم مكارم األخالق
“Aku diutus hanyalah semata-mata untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia” (al-Hadits).
Islam menganggap orang yang paling tinggi darjat keimanan ialah mereka yang paling mulia akhlaknya.
“Sesempurnanya iman seorang mukmin adalah orang yang baik akhlaknya” (H.R at-Tirmidzi).
Sebagai kesempurnaan hidup seorang manusia.
“ Bertaqwalah kamu kepada Allah di manapun kamu berada, dan iringilah perbuatan jahat dengan
berbuatan baik, maka kebaikan itu akan mengahpuskanya, dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.(H.R. Tirmidzi).
Akhlak didalam Islam merupakan sistem akhlak yang berdasarkan kepada kepercayaan kepada Allah Swt, maka tentunya sesuai pula dengan dasar dari pada agama itu sendiri. Dengan demikian, dasar atau sumber pokok daripada akhlak adalah al-Qur’an dan al-Hadits yang merupakan sumber utama dari agama itu sendiri.
Akhlak Al-Karimah (Akhlak Terpuji)
Ada tiga jenis akhlak terpuji yang harus dimilki manusia, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Akhlak Terhadap Allah
Akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji demikian Agung sifat itu, yang jangankan manusia, malaikatpun tidak akan menjangkau hakekatnya. - Akhlak terhadap Diri Sendiri
Akhlak yang baik terhadap diri sendiri dapat diartikan menghargai, menghormati, menyayangi dan menjaga diri sendiri dengan sebaik-baiknya, karena sadar bahwa dirinya itu sebgai ciptaan dan amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaikbaiknya. - Akhlak terhadap sesama manusia
Manusia adalah makhluk social yang kelanjutan eksistensinya secara fungsional dan optimal banyak
bergantung pada orang lain, untuk itu, ia perlu bekerjasama dan saling tolong-menolong dengan orang lain. Islam menganjurkan berakhlak yang baik kepada saudara, Karena ia berjasa dalam ikut serta mendewasaan kita, dan merupakan orang yang paling dekat dengan kita. Caranya dapat dilakukan dengan memuliakannya, memberikan bantuan, pertolongan dan menghargainya.
Contoh Ahlak Terpuji :
- Husnuzzan,
- gigih,
- berinisiatif,
- rela berkorban,
- adil,
- ridho,
- Ikhtiar (berusaha),
- Tawakal (berserah diri kepada Allah),
- Qona’ah (merasa cukup),
- bijaksana,
- tawadu’,
- percaya diri,
- amal shaleh,
- sabar,
- jujur.
Akhlak – Mazhmumah (Akhlak Tercela)
Ada beberapa akhlak tercela yang harus dihindari oleh manusia.
- Sifat Dendam
Dendam adalah keinginan untuk membalas suatu kejahatan kepada seseorang,contoh jenis dendam
adalah dendam kesumat.
“Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh dendam kesumat.” (H.R. Bukhari dan muslim). - .Sifat Munafik
Munafik dapat diartikan ingkar dengan apa yang diucapkannya tidak sesuai dengan yang ada di dalam hati.
Ciri-ciri orang yang mempunyai sifat munafik:
1. Bersifat ragu terhadap kebenaran Islam
2. Jika beribadah riya
3. Berdusta
4. Ingkar janji
5. Khianat“Tanda-tanda munafik ada tiga: apabila berbicara ia dusta, apabila berjanji ia ingkar, apabila dipercaya ia khianat” (H.R Bukhari dan Muslim).
Orang munafik selain dibenci oleh Allah SWT orang yang munafik juga mendapatkan tempat yang paling
bawah di Neraka, seperti Hadist berikut :
“Sungguh,orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka”(Q.S. An Nissa/4:145). - Sombong
“Sombong adalah keadaan seseorang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri. Memandang dirinya lebih
besar dari pada orang lain”“dan janganlah kamu memalingkan mukamu (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Luqman :18).