Cerita Ansera Hiburan

Kenapa Tidak Berdandan?

Saat remaja sampai menjelang menikah aku tidak suka berdandan. Alasanya, untuk siapa aku berdandan? untuk apa? Tanpa berdandan pun aku merasa cukup bisa diterima di lingkungan sosialku * emang iya diterima? Padahal enggak juga. Plak mukul muka sendiri! Terlalu pede Ansera ini!*

Selain itu tidak berdandan adalah alasan melindungi diri dari para lelaki hidung belang. Mana mau mereka sama perempuan yang tidak menarik tampilan luarnya? Ye kan? Cuma lelaki polos yang mau sama wanita polos tanpa makeup. Hahah. Sudah pasti teori ini!

Pemikiran itu tumbuh karena beberapa kejadian dari lingkungan sekitarku, membuatku agak waspada dengan para cowok. Jadi dari remaja sudah lumayan paham oh cowok begini baik, cowok begitu bukan tipeku, cowok begono playboy. Tahu tanpa pacaran? Iyes, karena melihat contoh lebih bisa mengena diotaku.

Efeknya saat itu aku sudah berpikir mencari lelaki baik yang tidak melihatku dari tampilan luar. Aku pun terima bagaimana pun rupanya asal punya dua puluh sembilan rumah, sebelas mobil, delapan puluh delapan usaha. Hahha enggak ding! Sing penting ibadahnya baik, hati, perilaku, pikiran, dan ucapanya positif.

Selain itu enggak genit sama perempuan lain! Karena aku enggak mau pernikahanku jadi toxic relationshit! Berujung ke perceraian. Naudzubillah min dzalik.

Dengan prinsipku itu pasti ada saja mulut julid netizen yang berkumandang “ dandan dong biar dapet pacar * ogah!* , dandan biar kamu cepet menikah * eh rumus baru? *, jangan-jangan kamu enggak suka cowok? * lempar kulit durian ke mulutnya* ”

Astagfirullah. Buatku konsep mendapatkan jodoh itu enggak melulu soal dandan, Marimar! Kecerdasan emosi (Emotional Intelligence) ini yang lebih penting dibanding sekedar tampilan fisik semata. Mendapatkan suamik yang baik kecerdasan emosinya tuh tidak mudah. Perjalanan panjang sama seperti Sun Go Kong dan Tong Sam Kong mencari kitab suci. Aku enggak mau terjebak pada tampilanya yang bagus, tapi ternyata kepribadianya toxic. Membuat nyeri hate!

Begini netizen yang budiman, bila saat itu aku terlihat jomblo, ya belum tentu *belum tentu anda salah Haha * .. Aku tipe yang sungkan mengenalkan teman dekatku –pacar– ke banyak orang apalagi di publish di medsos, kecuali memang sudah ada niatan ke jenjang serius. Cukup aku, dia, ibuku (sesekali), dan Tuhan yang tahu nama lain pura-pura punya pacar? Plak! Enggak dong!

Karena beberapa kali memang aku tidak mengenalkan teman dekatku ke ibuku. Alasannya malu kalau sudah dieskpose lalu putus. Jadi banyak yang menyangka karena tidak berdandan aku jomblowati yang mengenaskan. Wkwk. Saat itu kalian salah netizen! Saya tetap bahagia walaupun jomblo bertahun-tahun! #eh

Alhamdulillah, setelah mempertahankan tidak berdandan hanya fokus pada perbaikan hati dan perilaku* yaelah gaya banget, sok iye! *, lelaki baik hati itu datang juga. Dia benar-benar menerima apa adanya diri ini yang banyak banget kekuranganya. Puluhan kriteria yang saya harapkan pada sosok suamik, lengkap ada di dia. Jadi susah berpaling sama yang lain hahaha.

Akhirnya lelaki tulus ini yang kupilih menjadi suamik. Qadarallah rasa sayangnya padaku seperti rasa sayang kedua orang tuaku. Banyak tindakan yang dilakukan oleh kedua orang tuaku yang dilakukan olehnya. Padahal suamiku dan kedua orang tuaku tidak saling kenal. Orang tuaku sudah meninggal dunia jauh sebelum aku dekat dengan MyBabySharkDudududu.

Masya Allah, Allah Maha Baik. Apalagi suamiku asik buat diisengin dan dijailin. Makin suka lah aku Wkwk. Lutu suamiku kayak baby shark (dududuudu). * apasih! jayus! *

Setelah menikah barulah pakai lipstick, pakai baju begini, pakai baju begitu. Akhirnya banyak yang bilang, “Kamu berubah lebih cantik * gombal! *, kenapa dulu kamu enggak dandan begini *karena belum nikah!*, ah nyesel mutusin *aku gk tuh!*, kamu mau balikan lagi? * semeleketek! * “ hahah enggak selebay itu sih tapi ada beberapa kalimat itu keluar dari beberapa cowok terus luluh?ya gak lah!

Dengan berdandan setelah menikah, saya merasa aman. Kalaupun ada cowok yang tertarik pada istri orang ini, ya itu haknya. Aku arahkan klik LIKE (suka) pada fan page / youtube ku : ANSERA ONLINE hahah Jangan lupa, like, komen, and share tulisan ini mengandung promosi akun ANSERA ONLINE

Balik lagi, ingat Ferguso, resiko besar kalau tertarik pada istri orang dan sampe nganu! Ingat Marimar, resiko besar juga istri orang tertarik pada lelaki lain. Ada azab!
*contohnya ada di ftv / sinetron tv ikan terbang judulnya : FERGUZO MATI KETABRAK TUKANG TAHU BULAT DADAKAN KARENA MEREBUT ISTRI ORANG
atau
AZAB ISTRI MATI KETELAK CILOK KARENA BERSELINGKUH DENGAN JURAGAN CILOK *ngarang*

Kesimpulan tulisan panjang lebar enggak jelas ini, hati selalu menemukan tempat tinggalnya yang tulus tanpa banyak alasan ini itu. Bahagia itu karena hati bukan karena kecantikan wajah atau fisik sempurna.
Terima kasih sudah baca sampe paragraph terakhir padahal enggak ada faedahnya. Hahah. Nuhun!


[Cirebon, 27 Oktober 2020]