Konsep Quality of Service pada Manajemen Bandwidth
Konsep Quality of Service pada Manajemen Bandwidth. Kinerja jaringan komputer dapat bervariasi akibat beberapa masalah, seperti halnya masalah bandwidth, latency dan jitter yang dapat membuat efek yang cukup besar bagi banyak aplikasi. Sebagai contoh, komunikasi suara (seperti VoIP atau IP Telephony) serta video streaming dapat membuat pengguna frustrasi ketika paket data aplikasi tersebut dialirkan di atas jaringan dengan bandwidth yang tidak cukup, dengan latency yang tidak dapat diprediksi, atau jitter yang berlebih.
QoS dibutuhkan untuk memperhitungkan kualitas atau jaminan terhadap layanan yang akan diberikan sehingga didapat kualitas layanan yang baik untuk pengguna. Fitur QoS ini dapat menjadikan bandwidth, latency dan jitter dapat diprediksi dan dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi yang digunakan di dalam jaringan tersebut.
Menurut Sofana (2011), terdapat beberapa parameter QoS, yaitu sebagai berikut:
Bandwidth
Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Bandwidth sering digunakan sebagai suatu sinonim untuk kecepatan transfer data (transfer rate) yaitu jumlah data yang dapat dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (pada umumnya dalam detik).
Throughput
Throughput adalah kemampuan sebenarnya suatu jaringan dalam melakukan pengiriman data. Biasanya throughput selalu dikaitkan dengan bandwidth dalam kondisi yang sebenarnya. Bandwidth lebih bersifat tetap sementara throughput sifatnya adalah dinamis tergantung trafik yang sedang terjadi.
Beberapa faktor yang mempengaruhi bandwidth dan throughput yaitu antara lain piranti jaringan, tipe data yang ditransfer, banyaknya pengguna jaringan, topologi jaringan, spesifikasi komputer client/user, spesifikasi server komputer, induksi listrik, cuaca dan lain sebagainya.
Throughput adalah kecepatan (rate) transfer data efektif yang diukur dalam bps. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination (tujuan) selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.
Baca Juga : Apa itu Manajemen Bandwidth ?
Jitter
Jitter adalah variasi waktu kedatangan paket data. Data yang dikirim dalam bentuk paket-paket, memungkinkan pengirimannya akan dilakukan secara bersamaan. Akan tetapi paket-paket tersebut belum tentu sampai secara bersamaan karena melalui jalur yang berbeda. Perbedaan waktu sampai inilah yang dinamakan Jitter. Adanya jitter ini dapat mengakibatkan hilangnya data, terutama pada pengiriman data dengan kecepatan tinggi. Banyak hal yang dapat menyebabkan jitter, antara lain:
- Panjangnya antrian dalam waktu pengolahan data.
- Peningkatan trafik secara tiba-tiba sehingga menyebabkan penyempitan bandwidth dan menimbulkan antrian.
- Kecepatan terima dan kirim paket dari setiap node juga dapat menyebabkan
Packet Loss
Packet loss adalah parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang. Paket yang hilang ini dapat terjadi karena adanya collision dan congestion (tabrakan data) pada jaringan. Packet Loss merupakan kegagalan transmisi pada paket data untuk mencapai tujuannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan-kemungkinan, antara lain yaitu:
- Terjadinya overload trafik di dalam jaringan.
- Tabrakan (congestion) dalam jaringan.
- Error yang terjadi pada media fisik.
- Kegagalan yang terjadi pada sisi penerima antara lain bisa disebabkan karena overflow (beban berlebih) yang terjadi pada buffer (penyimpanan data).
Packet loss dapat terjadi karena kesalahan yang diperkenalkan oleh medium transmisi fisik. Hal-hal yang mempengaruhi terjadinya packet loss juga bisa karena kondisi geografis seperti kabut, hujan, gangguan radio frequensi, sel handoff selama roaming, dan interferensi seperti pohon-pohon, bangunan, dan pegunungan.
Latency
Latency adalah total waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. Delay (waktu tunda) di dalam jaringan terdiri dari delay processing, delay packetization, delay serialization, delay jitter buffer dan delay network.