Materi Pedagogik : Landasan filosofis pendidikan
Landasan filosofis pendidikan adalah pandangan-pandangan yang bersumber dari filsafat pendidikan mengenai hakikat manusia, hakikat ilmu, nilai serta perilaku yang dinilai baik dan dijalankan setiap lembaga pendidikan. Filosofis artinya berdasarkan filsafat pendidikan (Umar & Sulo 2010: 97).
Dalam pendidikan yang menjadi poin utama adalah manusia, maka landasan filosofis pendidikan adalah sebuah landasan untuk memahami hakikat manusia yang sebenarnya.
Berdasarkan sudut pandang pedagogik, sebagaimana dikemukakan oleh M.J Langeveld (1980) pendidikan berlangsung dalam pergaulan antara orang dewasa dengan anak atau orang yang belum dewasa dalam suatu lingkungan. Anak atau orang yang belum dewasa adalah sebagai sesuatu “kemungkinan” yang pada dasarnya baik. Menurut Langeveld dalam perjalanannya manusia bisa menjadi baik atau tidak baik, sehingga pendidikanlah yang memiliki andil untuk menjadikannya baik.
Salah satu tujuan pendidikan adalah untuk mencapai kepribadian individu yang lebih baik (pedagogik) dan ke arah yang positif. Pendidikan sama sekali bukan untuk merusak kepribadian anak atau membawa mereka
ke arah yang negatif seperti memberi bekal pengetahuan atau keterampilan bagaimana menjadi penjahat, pencuri dan sebagainya (demagogik).
Teori-teori pendidikan seperti essensialisme, behaviorsisme, perenialisme, progresivisme, rekronstruktivisme dan humanisme merupakan teori yang berdasarkan pada filsasat tertentu yang akan mempengaruhi konsep dan praktik pendidikan (Umar & Sulo 2010: 88).
Teori pendidikan esensialisme
Esensialisme adalah filsafat pendidikan yang menerapkan prinsip idealisme dan realisme secara eklektis, yaitu filsuf yang mengambil segala ajaran (sistem) yang menurut pandangannya adalah yang terbaik. Sehingga berdasarkan
eklektisme tersebut maka esensialisme menitik-beratkan penerapan prinsip-prinsip idealisme atau realisme dengan tidak meleburkan prinsip-prinsipnya.
Filsafat idealisme memberikan dasar tinjauan yang realistis seperti dalam bidang matematika, karena matematika adalah alat menghitung dari apa-apa yang riil, materiil dan nyata.
Teori pendidikan Behaviorisme
Behaviorisme memiliki beberapa akar atau sumber ideologi atau filsafat yaitu realisme dan positivisme. Behaviorisme pendidikan memandang perilaku siswa ditentukan oleh stimulus dan respon. Tokoh dari konsep ini adalah Pavlov, Skinner dan Thorndike. Humanisme merupakan kelanjutan dari prinsip progresivisme karena telah menganut banyak prinsip dari aliran tersebut seperti pendidikan yang berpusat pada siswa, guru tidak otoriter fokus terhadap aktivitas dan partisipasi siswa.
Teori pendidikan Perenialisme
Perenialisme hampir sama dengan essensialisme, tetapi lebih menekankan pada keabadian atau ketetapan atau kenikmatan yaitu hal-hal yang ada sepanjang masa (Imam Barnadib 1988:34). Perenialisme
mementingkan hal-hal berikut:
1. pendidikan yang abadi
2. intipendidikan yaitu mengembangkan keunikan manusia yaitu kemampuan berfikir
3. tujuan belajar yaitu untuk mengenal kebenaran abadi dan universal
4. pendidikan merupakan persiapan bagi hidup yang sebenarnya
5. kebenaran abadi diajarkan melalui pelajaran dasar yang mencakup bahasa, matematika, logika dan IPA dan Sejarah.
Teori pendidikan Progesivisme
Progresivisme yaitu perubahan untuk maju. Manusia akan mengalami perkembangan apabila berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya berdasarkan pemikiran. Progresivisme atau gerakan pendidikan progresif mengembangkan teori pendidikan yang berdasar pada beberapa prinsip.
Progresivisme menggunakan prinsip pendidikan sebagai berikut :
1. Proses pendidikan ditemukan dari asal, tujuan dan maksud yang ada pada siswa termasuk di dalamnya minat siswa
2. siswa itu aktif bukan pasif
3. peran guru sebagai penasehat, pemberi petunjuk, dan mengikuti keinginan siswa, bukan otoriter dan direktur di kelas
4. sekolah merupakan bentuk kecil dari sebuah masyarakat
5. aktifitas kelas berpusat pada problem solving bukan mengajarkan berbagai mata pelajaran
6. suasana sosial kelas kooperatif dan demokratis.
Teori pendidikan Rekonstruksionalisme
Rekonstruksionalisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara berpikir progesif dalam pendidikan. Individu tidak hanya belajar tentang pengalaman-pengalaman kemasyarakatan masa kini di sekolah tetapi haruslah mempelopori masyarakat ke arah masyarakat baru yang diinginkan. Dalam pengertian lain, rekonstruksionisme adalah aturan filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah atau lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.
Teori pendidikan humanisme
Teori pendidikan humanisme adalah sebuah teori yang mengarahkan peserta didik untuk dapat berfikir induktif, mementingkan pengalaman, dan membutuhkan keterlibatan secara aktif didalam proses pembelajaran (Boeree, C. G. 2006). Teori humanistik berasumsi bahwa teori belajar apapun baik dan dapat dimanfaatkan, asal tujuannya untuk memanusiakan manusia yaitu pemcapaian aktualisasi diri, pemahaman diri, serta realisasi diri orang belajar secara optimal (Assegaf, 2011).