komputer
KOMPUTER TEKNOLOGI

Memahami Konsep Keamanan Jaringan

Keamanan jaringan (Network Security) adalah suatu cara atau suatu sistem yang digunakan untuk memberikan proteksi (perlindungan) dalam jaringan komputer. Dalam jaringan komputer sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah.

Komputer yang terhubung ke jaringan mengalami ancaman keamanan yang lebih besar daripada host yang tidak terhubung kemana-mana. Dengan mengendalikan keamanan jaringan, resiko tersebut dapat dikurangi. Namun keamanan jaringan biasanya bertentangan dengan akses jaringan, karena bila akses jaringan semakin mudah, keamanan jaringan akan semakin rawan. Bila keamanan jaringan di desain sebagai komunikasi data highway dengan tujuan meningkatkan akses ke sistem komputer, sementara keamanan di desain untuk mengontrol akses. Penyediaan keamanan jaringan adalah sebagai aksi penyeimbang antara open acces dengan security.

Baca Juga : Memahami Fungsi Gateway dalam Jaringan Komputer

Resiko Keamanan Jaringan

Menurut David Icove (John D. Howard, “An Analysis Of Security Incidents On The Internet 1989 – 1995,” PhD thesis, Engineering and Public Policy, Carnegie Mellon University, 1997). Berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:

1. Keamanan yang bersifat fisik (physical security) termasuk akses orang ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan.

Contoh:

  1. Wiretapping atau hal-hal yang berhubungan dengan akses ke kabel atau komputer yang digunakan juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini.
  2. Denial of service, dilakukan misalnya dengan mematikan peralatan atau memenuhi saluran komunikasi dengan pesan-pesan (yang dapat berisi apa saja karena yang diuta-makan adalah banyaknya jumlah pesan).
  3. Syn Flood Attack, dimana sistem (host) yang dituju dipenuhi oleh permintaan sehingga dia menjadi terlalu sibuk dan bahkan dapat berakibat macetnya sistem.

2. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personal),

Contoh:

  1. Identifikasi user (username dan password)
  2. Profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pemakai dan pengelola).

3. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (communications).

4. Keamanan dalam operasi yaitu adanya prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga termasuk prosedur setelah serangan (post attack recovery).

Baca Juga : Apa itu Sistem Operasi Jaringan ?

Karakteristik Penyusup

  • The Curious (Si Ingin Tahu)
    Tipe penyusup ini pada dasarnya tertarik menemukan jenis sistem dan data yang Anda miliki.
  • The Malicious (Si Perusak)
    Tipe penyusup ini berusaha untuk merusak sistem Anda, atau merubah web page Anda, atau sebaliknya membuat waktu dan uang Anda kembali pulih
  • The High-Profile Intruder (Si Profil Tinggi)
    Tipe penyusup ini berusaha menggunakan sistem Anda untuk memperoleh popularitas dan ketenaran. Dia mungkin menggunakan sistem profil tinggi Anda untuk mempromosikan kemampuannya.
  • The Competition (Si Pesaing)
    Tipe penyusup ini tertarik pada data yang Anda miliki dalam sistem Anda. Ia mungkin seseorang yang beranggapan bahwa Anda memiliki sesuatu yang dapat menguntungkannya secara keuangan atau sebaliknya.