komputer
KOMPUTER TEKNOLOGI

Peralatan Jaringan Fiber Optik

Fungsi dari kabel fiber optik pada dasarnya sama seperti jenis kabel yang lain, yakni menghubungkan antarkomputer atau pengguna satu sama lain dan dalam lingkup jaringan tertentu. berikut ini adalah peralatan yang digunakan untuk membangun jaringan dengan menggunakan kabel fiber optik.

Power meter

Power meter adalah alat yang  berfungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari sinyal cahaya yang sudah masuk.

Patchcore

Patchcore adalah kabel fiber optik dengan panjang tertentu yang sudah terpasang konektor di ujungnya. Kabel penghubung (chcore) mempunyai dua konektor pada kedua ujungnya. Guna menghubungkan ant ara perangkat satu dengan perangkat lainnya.

Pigtail

Pigtail fiber optik merupakan sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor di ujungnya. Pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor. Biasanya kabel pigtail diinstal di OTB (Optical Distribution Box) dan disambung/splicing dengan tarikan kabel optik gelondong (loose tube cable/t ight buffered cable).

Microscope fiber

Microscope fiber adalah suatu alat yang berfungsi untuk melihat bersih atau tidaknya sebuah konektor (pigtail/patchcore).

Optical Connector Cleaner

Optical connector cleaner berfungsi untuk membersihkan konektor (pigtail/patchcore).

Baca Juga : Bagian-Bagian Kabel Fiber Optik atau Serat Optik

OTDR (Optical Time Demand Reflector)

OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat optik dalam jarak tempuh tertentu, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu menghasilkan jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran gangguan yang terjadi.

Alat OTDR ini sendiri biasanya digunakan untuk melakukan pendeteksian kabel crack, putusnya core yang belum diketahui letaknya, putusnya kabel, atau juga untuk melakukan bending. Fungsi OTDR adalah sebagai berikut :

  • Guna mengetahui posisi gangguan.
  • Guna melacak posisi gangguan.
  • Mengetahui jumlah gangguan.
  • Pengukuran di OTB.

Apabila keadaan loss pada jaringan dari jalur lainnya terdapat gangguan atau terdapat kabel yang putus, maka akan tampak pada layar OTDR. Cara pengecekan alat ini adalah dengan cara mengirim sinyal laser pada jaringan kabel FO, maka pada layar ini akan tampak grafik garis yang di mana terdapat kenaikan-kenaikan (garis) kecil yang menunjukkan bahwa terdapat join-join atau sambungan.

Cara pengecekannya adalah sebagai berikut. Alat ini mengirim sinyal laser pada jaringan kabel optik maka pada layar alat ini akan tampak grafik garis yang di mana terdapat kenaikan-kenaikan kecil yang menunjukan bahwa terdapat joint (sambungan). Tempat yang terjadi gangguan akan tampak dalam alat ini jika jarak yang tampak kurang dari jarak sebenarnya.

Beberapa parameter yang dapat diukur pada OTDR adalah.

  • Jarak. Titik lokasi dalam suatu link, ujung link, atau patahan.
  • Loss. Loss untuk masing-masing splice atau total loss dari ujung ke ujung dalam suatu link.
  • Atenuasi. Atenuasi dari serat dalam suatu link.
  • Refleksi. Besar refleksi (return loss) dari suatu event.

Informasi mengenai redaman serat, loss sambungan, loss konektor dan lokasi gangguan serta loss antara dua titik dapat ditentukan dari monitor OTDR. OTDR memungkinkan sebuah link diukur dari salah satu ujung.

Baca Juga : Apa itu Teknologi Jarlokaf ?

OTB (Optical Terminal Block)

Optical termination box berfungsi sebagai pendistribusian fiber seperti FDF yang menampung maksimum 72 core. Optical terminal box juga digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik indoor maupun outdoor dan patchcord. OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang. Kabel di jaringan misal saja 12 core, maka akan masuk ke OTB 12 core dengan menggunakan konektor pigtail. Dalam OTB terdapat toleransi kabel sekitar 1,5 m (hal ini juga terjadi dalam penyambungan kabel optik joint) konektor yang digunakan jenis patchcore. OTB terdiri atas dua perangkat yaitu sebagai berikut.

  • Perangkat pengirim (transmitter).
  • Perangkat penerima (receiver).

Selain itu di OTB juga terdapat alarm sebagai tanda apabila terjadi sesuatu. Misalnya lampu URG, NURG, ATTD, dan lain-lain. Jika URG menyala, maka dimungkinkan terdeteksi gangguan di kota lain ATTD, dan NURG (aman).

Stripper atau Miller

Sama seperti kabel-kabelyang lain, salah satunya seperti kabel coaksial dan UTP. Kabel fiber optik juga memerlukan alat ini. Alat ini berfungsi sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel.

Fusion splicer

Fusion splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan serat optik ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik. Di mana serat tersebut terbuat/berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah diubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser.

Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada core, sehingga bisa tersambung kembali dengan baik. Perlu Anda ketahui, bahwa fusion splicer ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi. Hal ini ditujukan untuk menghasilkan hasil penyambungan yang sempurna, karena pada saat penyambungan tersebut akan terjadi proses pengelasan media kaca serta peleburan kaca yang akan menghasilkan suatu media. Kemudian, media tersebut akan tersambung dengan utuh tanpa adanya celah-celah. Hal ini dikarenakan media tersebut memiliki senyawa yang sama.

Baca Juga : Konsep jaringan Nirkabel

Cleaver

Cleaver mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optiknya sudah dikupas. Perlu Anda ketahui, pemotongan core wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat kacanya akan terpotong dengan rapi. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan baik, maka tahapan selanjutnya Anda bisa teruskan ke tahap jointing.

Visual Fault Locator

Alat ini sering disebut juga laser fiber optik atau senter fiber optik. Fungsinya untuk melakukan pengetesan pada core fiber optik. Laser akan mengikuti serat optik pada kabel fiber optik dari POP sampai ke user (end to end), apabila core tidak bermasalah, maka laser akan sampai pada titik tujuan.