komputer
KOMPUTER TEKNOLOGI

Perangkat Yang digunakan Jaringan Berbasis Luas (WAN)

Perangkat Yang digunakan Jaringan Berbasis Luas (WAN) adalah sebagai berikut

Access point

Access point adalah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari clients remote. Dengan access points (AP) clients wireless bisa dengan cepat dan mudah untuk terhubung kepada jaringan LAN kabel secara wireless. Ukuran kekuatan sinyal memengaruhi sistem pemancaran, makin besar kekuatan sinyal makin luas jangkauannya.

Access point adalah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari clients remote. Dengan access points (AP) clients wireless bisa dengan cepat dan mudah untuk terhubung kepada jaringan LAN kabel secara wireless. Ukuran kekuatan sinyal memengaruhi sistem pemancaran, makin besar kekuatan sinyal makin luas jangkauannya.

Router

Router memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan mampu meneruskan data ke alamat-alamat tujuan yang berada pada jaringan yang berbeda. Router bekerja pada lapisan network atau lapisan ketiga model OSI clan meneruskan paket data berdasarkan alamat logika seperti IP address. Router biasanya lebih banyak digunakan untuk hubungan  jaringan WAN.

Kabel UTP

Kabel UTP adalah perangkat yang berfungsi sebagai media transfer data dari perangkat accespoint dengan komputer.

Baca Juga : Keunggulan dan Kelemahan Jaringan Berbasis Luas (WAN)

Antena

Fungsi dari antena adalah untuk memperkuat dan mengarahkan sinyal wireless untuk melakukan koneksi point to point atau point to multipoint. Di mana antena ini berfungsi menerima dan mengirim sinyal data dengan sistem gelombang radio baik 2,4 Mhz ataupun 5,8  Mhz. Data tersebut bisa berupa intranet atau internet. Setelah data terkirim, maka perangkat Anda akan menangkap sinyal tersebut dan Anda pun bisa mengakses internet. Sinyal Wi-Fi ini ada yang terkunci oleh password tetapi ada juga yang tidak.

Kabel Pigtail

Fungsi kabel pigtail yaitu untuk menghubungkan antena grid dengan access point radio.

Switch

Switch bekerja pada lapisan data-link, oleh sebab itu sering disebut switch lapisan kedua (layer-2 switch). Cara kerja switch mirip dengan bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering disebut multiport bridge. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer ke hub. Oleh sebab itu, switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub. jaringan komputer dapat diibaratkan sebagai jalan untuk kendaraan umum. Pada switch, disediakan satu jalur tersendiri untuk setiap port. Pada switch analoginya setiap kendaraan yang masuk dan keluar dari suatu jalan cabang (port) dapat langsung masuk ke jalan tol (switch) tanpa harus menunggu kendaraan lain yang masuk melalui jalan cabang (port) lain. Hal ini dikatakan bahwa setiap port pada switch mempunyai collision domain sendiri yang sangat mempercepat pengiriman data pada jaringan. Inilah merupakan keunggulan switch dibandingkan hub.

Bridge

Jika jumlah komputer bertambah banyak, lalu lintas data pada jaringan bertambah padat sehingga dapat menimbulkan masalah kemacetan jaringan. Seperti jalanan untuk kendaraan umum, jika jumlah kendaraan di jalanan makin banyak, lalu lintas menjadi semakin macet. Guna mengatasi masalah ini, dibuat jalan-jalan baru atau jalan tol. Demikian pula untuk mengurangi kemacetan pada jaringan komputer, maka jaringan-jaringan tersebut dibagi menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil. Peralatan jaringan yang dapat membagi suatu jaringan menjadi dua segmen adalah bridge. Bridge bekerja pada lapisan data-link sehingga mampu untuk mengenal alamat MAC. Bridge memiliki tabel penerjemah yang secara otomatis membuat daftar alamat MAC dari komputer yang berada pada jaringan. Dengan menggunakan tabel penerjemah ini, bridge meneruskan data yang diterima ke alamat MAC komputer yang dituju. Pemakaian bridge sudah sangat berkurang saat ini.

Jika jumlah komputer bertambah banyak, lalu lintas data pada jaringan bertambah padat sehingga dapat menimbulkan masalah kemacetan jaringan. Seperti jalanan untuk kendaraan umum, jika jumlah kendaraan di jalanan makin banyak, lalu lintas menjadi semakin macet. Guna mengatasi masalah ini, dibuat jalan-jalan baru atau jalan tol. Demikian pula untuk mengurangi kemacetan pada jaringan komputer, maka jaringan-jaringan tersebut dibagi menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil. Peralatan jaringan yang dapat membagi suatu jaringan menjadi dua segmen adalah bridge.Bridge bekerja pada lapisan data-link sehingga mampu untuk mengenal alamat MAC. Bridge memiliki tabel penerjemah yang secara otomatis membuat daftar alamat MAC dari komputer yang berada pada jaringan. Dengan menggunakan tabel penerjemah ini, bridge meneruskan data yang diterima ke alamat MAC komputer yang dituju. Pemakaian bridge sudah sangat berkurang saat ini.

Baca Juga : Perkembangan Jaringan Berbasis Luas (WAN)

Repeater

Suatu sinyal listrik yang dikirim lewat suatu media perantara, makin jauh dari pemancar akan makin melemah sehingga suatu saat pada tempat tertentu sinyal tersebut tidak dapat diterima dengan baik. Repeater adalah suatu peralatan jaringan yang berfungsi untuk memperkuat sinyal yang akan dikirim agar dapat diteruskan ke komputer lain pada jarak yang jauh. Repeater bekerja pada lapisan fisik dan tidak memiliki suatu tingkat kecerdasan untuk menentukan tujuan akhir sinyal (informasi yang dikirim). Repeater umumnya digunakan pada topologi bus, di mana sinyal hanya diperkuat dari satu segmen kabel ke segmen kabel lainnya.

Hub

Hub hanya berfungsi untuk memperkuat sinyal dan tidak memiliki kemampuan untuk menentukan tujuan akhir informasi yang dikirim. Perbedaannya dengan repeater, hub memiliki sejumlah port sehingga sering disebut juga multi-port repeater. Pada hub, sinyal yang diterima pada suatu port akan diteruskan ke semua port yang dimilikinya. Hub umumnya digunakan pada jaringan dengan topologi star. Jaringan komputer dapat diibaratkan sebagai jalan untuk kendaraan umum. Pada suatu hub, hanya terdapat satu jalur untuk semua kendaraan yang masuk dan keluar. Oleh sebab itu, setiap kendaraan harus bergantian menggunakan jalur tol (hub) tersebut, jika tidak ingin terjadi tabrakan. Oleh sebab itu, dikatakan bahwa hub hanya mempunyai satu collision domain (wadah tabrakan) untuk semua port. Hub hanya mendukung mode half-duplex, karena hanya memiliki satu domain collision untuk semua port. Pada status half-duplex, data hanya dikirim atau diterima secara bergantian.

Baca Juga : Hirarki Jaringan Berbasis Luas (WAN)