Teknik Manajemen Bandwidth
Teknik Manajemen Bandwidth. Mengatur bandwidth untuk setiap pengguna komputer menjadi sangat penting bagi banyak operator/administrator terutama untuk menjaga agar penggunaan bandwidth dapat maksimal untuk keperluan yang baik dengan keterbatasan yang ada. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang sering terjadi dalam mengatur atau memanajemen bandwidth, kita perlu tahu, teknik apa yang bisa digunakan. Berikut ini akan dijelaskan mengenai hal tersebut.
Terdapat dua teknik manajemen bandwidth yang banyak digunakan di lapangan, yaitu, Hierarchical Token Bucket (HTB) dan Class-Based Queueing (CBQ). CBQ merupakan teknik yang paling lama, HTB merupakan teknik yang lebih baru.
Hierarchical Token Bucket (HTB)
Hierarchical Token Bucket (HTB) adalah metode yang berfungsi untuk mengatur pembagian bandwidth. Pembagian dilakukan secara hirarki yang dibagi-bagi ke dalam kelas sehingga mempermudah pengaturan bandwidth.
HTB diklaim menawarkan kemudahan pemakaian dengan teknik peminjaman dan implementasi pembagian trafik yang lebih akurat. Teknik antrian HTB memberikan fasilitas pembatasan trafik pada setiap level maupun klasifikasi. Bandwidth yang tidak terpakai bisa digunakan oleh klasifikasi yang lebih rendah.
Ada tiga tipe kelas dalam HTB, yaitu: root, inner, dan leaf. Pertama, root class berada paling atas dan semua trafik harus melewati kelas ini. Jika dianalogikan pada sebuah struktur birokrasi universitas, root class ini setara dengan rektor yang berada pada posisi paling atas.
Kedua, inner class memiliki parent class dan child classes. Inner class dapat kita analogikan sebagai dekan dan wakil dekan yang berada di bawah rektor dan berada di atas ketua jurusan/pogram studi. Ketiga, leaf class adalah terminal class yang mempunyai parent class tetapi tidak mempunyai child class. Dapat dianalogikan sebagai ketua program studi sebuah universitas.
Pada antrian HTB terdapat beberapa parameter yang menyusunnya dalam antrian, yaitu:
- Rate
Parameter rate menentukan bandwidth maksimum yang bisa digunakan oleh setiap class, jika bandwidth melebihi nilai “rate”, maka paket data akan dipotong atau dijatuhkan (drop). - Ceil
Parameter ceil diatur untuk menentukan peminjaman bandwidth antar class (kelas), peminjaman bandwidth dilakukan kelas paling bawah ke kelas di atasnya, teknik ini disebut link sharing. - Random Early Detection (RED)
Random Early Detection (RED) atau bisa disebut Random Early Drop biasanya digunakan untuk gateway/router backbone dengan tingkat trafik yang sangat tinggi. RED mengendalikan trafik jaringan sehingga terhindar dari kemacetan pada saat trafik tinggi berdasarkan pemantauan perubahan nilai antrian minimum dan maksimum.Jika isi antrian di bawah nilai minimum, maka mode drop tidak berlaku, saat antrian mulai terisi hingga melebihi nilai maksimum, maka RED akan membuang (drop) paket data secara acak sehingga kemacetan pada jaringan dapat dihindari. RED juga mempunyai parameter yang menyusunnya, yaitu : Max, Min, Probability, Limit, Burst, Avpkt, Bandwith, ECN (Explicit Congestion Notification).
Class-based Queueing (CBQ)
Class-based Queueing (CBQ) merupakan teknik klasifikasi paket data yang memungkinkan sharing bandwidth antar kelas (class) dan memiliki fasilitas user interface.
CBQ mengatur pemakaian bandwidth jaringan yang dialokasikan untuk tiap pengguna, pemakaian bandwidth yang melebihi nilai set akan dipotong (shaping), CBQ juga dapat diatur untuk sharing dan meminjam bandwidth antar kelas. CBQ adalah algoritma pengaturan lalu lintas jaringan yang dikembangkan oleh Network Research Group at Lawrence Berkeley National Laboratory sebagai salah satu alternatif teknologi router0based yang masih tradisional.
Konsep kerja CBQ dimulai saat classifier menentukan paket yang datang dan menempatkan ke kelas yang tepat. Kemudian general scheduler menentukan bandwidth yang diperuntukkan untuk suatu kelas, estimator memeriksa apakah kelas-kelas mendapatkan bandwidth sesuai dengan yang dialokasikan.
Jika suatu kelas kekurangan maka dengan bantuan link-sharing scheduler kelas yang memiliki bandwidth yang tidak terpakai bisa dipinjamkan ke kelas yang membutuhkan tambahan bandwidth.
CBQ membagi pengguna traffic ke dalam hirarki class berdasarkan IP Address, protokol dan tipe aplikasi. Sebagai contoh hirarki class berdasarkan tipe aplikasi, pada perusahaan departemen keuangan tentunya tidak membutuhkan akses internet seperti pada departemen teknisi. Karena setiap perusahaan mempunyai peraturan, kebutuhan bisnis dan kebutuhan vital lain yang berbeda. Hal itulah yang akan mendasari pengelompokan hirarki class pada CBQ.
Baca Juga : Analisis Kebutuhan Bandwidth