Karakter dan Kepribadian Manusia
Kita semua akan mendapat manfaat jika kita lebih sadar akan karakteristik dan kepribadian yang kita miliki. Hal ini karena faktor-faktor tersebut merupakan alat prediksi yang signifikan terhadap perilaku dan sikap kita.
Kepribadian yang kita miliki mewakili siapa kita. Keseluruhan sifat bawaan, kecenderungan alami, dan keyakinan yang kita miliki itulah yang menentukan siapa kita.
Ketika seseorang menggunakan kata “karakter”, kita mungkin berasumsi bahwa yang dimaksud adalah kepribadian, tetapi tidak selalu demikian.
Jadi, apa yang membedakan karakter dengan kepribadian, dan mana yang lebih berdampak pada kesejahteraan kehidupan kita ?
Meskipun karakter dan kepribadian sama-sama digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang, keduanya mengkaji aspek berbeda dari individu tersebut. Kepribadian seseorang lebih terlihat, sedangkan karakternya terungkap seiring berjalannya waktu, melalui berbagai situasi.
Sebagian besar kepribadian bersifat statis dan lambat berkembang. Sebaliknya, karakter membutuhkan waktu lebih lama untuk dipahami tetapi lebih mudah diubah. Hal ini karena karakter dibentuk oleh keyakinan, dan dengan usaha serta motivasi yang cukup, mengubah cara pandang dan pandangan terhadap dunia dapat menyebabkan perubahan pada karakter seseorang.
Misalnya, seseorang yang mungkin memiliki kepribadian pemalu dapat belajar mengubah sikapnya terhadap berbicara di depan umum ketika berperan sebagai guru. Tuntutan sosial dan eksternal yang baru menyebabkan perubahan internal yang mengubah perilaku mereka.
Intinya adalah, terlepas dari pentingnya sifat-sifat kepribadian bawaan kita, kita dapat mengatasinya sesuai dengan kebutuhan saat itu.
Teori Sifat Kepribadian
Teori sifat kepribadian menyatakan bahwa orang mempunyai sifat-sifat dasar tertentu dan kekuatan serta intensitas sifat-sifat itulah yang menyebabkan perbedaan kepribadian. Pendekatan sifat terhadap kepribadian adalah salah satu bidang teori utama dalam studi kepribadian. Teori sifat menyatakan bahwa kepribadian individu terdiri dari disposisi yang luas.
Sifat adalah ciri kepribadian yang memenuhi tiga kriteria: harus konsisten, stabil, dan berbeda-beda pada setiap orang. Berdasarkan definisi tersebut, suatu sifat dapat dianggap sebagai karakteristik yang relatif stabil yang menyebabkan individu berperilaku dengan cara tertentu.
Cara psikolog berpikir tentang kepribadian, termasuk cara mereka mendefinisikan sifat, telah berkembang seiring berjalannya waktu. Tidak seperti banyak teori kepribadian lainnya, seperti teori psikoanalitik atau humanistik, pendekatan sifat terhadap kepribadian difokuskan pada perbedaan antar individu.
Perpaduan dan interaksi berbagai sifat membentuk kepribadian yang unik pada setiap orang. Teori sifat difokuskan pada mengidentifikasi dan mengukur karakteristik kepribadian individu ini.
sumber informasi : Trait Theory,