Soal P3K Komptenesi Manajerial dan Sosio Kultural Volume 2
Soal P3K Komptenesi Manajerial dan Sosio Kultural Volume 2 ini ditujukan kepada kalian yang saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti tes P3K nanti. Berikut contoh soalnya yang bisa kalian perhatikan.
Soal Nomor 1 :
Lingkungan dimana seorang individu akan menjalankan peranan sesuai dengan kedudukan yang dimiliki, dan kedudukan tersebut juga akan memengaruhi interaksi antarindividu dalam lingkungan tersebut, merupakan peran media sosialisasi ….
A. sekolah
B. keluarga
C. media massa
D. lingkungan kerja
E. lingkungan pergaulan
Jawaban dan Pembahasan : D
Lingkungan kerja seseorang dapat membentuk kepribadian seseorang. Proses sosialisasi tersebut dapat pula berlangsung pada lingkungan kerja dari masing-masing individu misalnya: di lingkungan ABRI, pedagang, pengusaha, nelayan, buruh, dan lain-lain.
Baca Juga : SOAL P3K KOMPETENSI MANAJERIAL dan SOSIO KULTUR Volume 1
Soal Nomor 2 :
Yessy dan Diah bermain jual beli layaknya pedagang di pasar. Hal tersebut mereka lakukan setelah
beberapakali melihat ibu mereka berbelanja di pasar. Tahapan sosialisasi yang dicapai Yessy dan Diah
adalah ….
A. play stage
B. game stage
C. natural stage
D. preparatory stage
E. generalized others
Jawaban dan Pembahasan : A
- Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya. Pada tahap ini juga anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Dalam tahap ini, individu sebagai calon anggota masyarakat dipersiapkan dengan dibekali nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pedoman bergaul dalam masyarakat oleh lingkungan yang terdekat, yaitu keluarga. - Tahap Meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peranperan yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan oleh seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari dirinya. - Tahap Siap Bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat, sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Pada tahap ini individu mulai berhubungan dengan teman teman sebaya di luar rumah. - Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalizing Stage)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, dia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya, tetapi juga dengan masyarakat secara luas.
Baca Juga : Soal Pranata Komputer Sesuai dengan Kisi-Kisi Volume 5
Soal Nomor 3 :
Akulturasi adalah percampuran dua budaya atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi. Contoh akulturasi budaya dalam bidang makanan adalah ….
A. Roti Canai
B. Bubur Manado
C. Bakmi Ketoprak
D. Bakso
E. Getuk Lindri
Jawaban dan Pembahasan : C
Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi
Soal Nomor 4 :
Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur- unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur- unsur yang berbeda tersebut dapat meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras etnik, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan norma. Berikut ini yang merupakan contoh integrasi koersif adalah ….
A. warga desa bergotong- royong membersihkan saluran air yang kotor
B. para demonstran yang merusak fasilitas umum dihalau dengan gas air mata oleh aparat kepolisian
C. siswa SMP itu melaksanakan pemilihan OSIS di lapangan sekolah
D. musyawarah mufakat dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada
E. ibu- ibu PKK berkumpul di pendopo desa untuk berlatih keterampilan
Jawaban dan Pembahasan : B
Integrasi koersif merupakan bentuk integrasi yang tercipta berdasarkan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa. Dalam integrasi ini, penguasa menggunakan cara paksa dalam melakukan integrasi
Baca Juga : SOAL KOMPETENSI MANAJERIAL, SOSIO KULTUR P3K, TKP CPNS
Soal Nomor 5 :
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini!
1. Sikap terbuka masyarakat terhadap pendatang dari luar
2. IPTEK yang maju
3. Kondisi masyarakat yang terisolasi
4. Ketimpangan sosial
5. Kurangnya kesadaran diri untuk menjalin kesatuan dan persatuan
Dari pernyataan-pernyataan tersebut yang merupakan faktor penghambat integrasi sosial adalah ….
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 2) dan 4)
C. 1), 3), dan 5)
D. 2), 3), dan 4)
E. 3), 4), dan 5)
Jawaban dan Pembahasan : E
faktor penghambat integrasi sosial yaitu:
- Tidak Menghargai Perbedaan. …
- Kurangnya kesadaran menjaga persatuan dan kesatuan. …
- Berkurangnya toleransi. …
- Kesenjangan sosial dan ekonomi. …
- Kurangnya keterbukaan.
Soal Nomor 6 :
Pak Edi mempertemukan dan menjadi penengah kedua saudaranya yang sedang berselisih sejak sebulan terakhir terkait dengan harta warisan orang tua mereka. Bentuk akomodasi yang diperankan Pak Edi adalah ….
A. adjudikasi
B. koersi
C. mediasi
D. arbitasi
E. stalemate
Jawaban dan Pembahasan : C
- Adjudikasi (cara penyelesaian Sengketa diluar arbitrase dan peradilan umum yang dilakukan oleh Adjudikator untuk menghasilkan suatu putusan yang dapat diterima oleh Pemohon sehingga dengan penerimaan tersebut maka putusan dimaksud mengikat Para Pihak)
- koersi (merupakan bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan menggunakan tekanan sehingga salah satu pihak yang berinteraksi berada dalam keadaan lemah dibandingkan dengan pihak lawan)
- mediasi (merupakan proses pengikutsertaan pihak ketiga dalam penyelesaian suatu perselisihan sebagai penasihat.)
- arbitasi (merupakan usaha perantara dalam meleraikan sengketa apabila pihak pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapai kompromise sendiri.)
- stalemate (merupakan keadaan dimana pihak – pihak yang bertentangan saling mempunyai kekuatan
yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentanganya)
Baca Juga : Soal P3K Pranata Komputer Sesuai Kisi-kisi Volume 6
soal Nomor 7 :
Konflik sosial adalah pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan. Konflik berasal dari kata kerja latin “configere”. Artinya saling memukul. Secara sosiologi, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih. Konflik yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah adalah bentuk konflik dengan latar belakang ….
A. rasial
B. politik
C. ekonomi
D. agama
E. etnis
Jawaban dan Pembahasan : D
Kerusuhan Poso atau konflik komunal Poso, adalah sebutan bagi serangkaian kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia. Peristiwa ini awalnya bermula dari bentrokan kecil antarkelompok pemuda sebelum berkembang menjadi kerusuhan bernuansa agama.
Soal Nomor 8 :
Sekelompok pemuda di Temanggung rutin melaksanakan latihan menari Topeng Ireng. Kegiatan ini dalam rangka melestarikan kearifan lokal dalam bentuk kesenian tari daerah. Berikut ini yang merupakan intangible cultural dalam bentuk tradisi lisan adalah ….
A. Foklore Malin Kundang
B. Candi Borobudur
C. Keris
D. Naskah Kuno
E. Lumpia
Jawaban dan Pembahasan : A
Warisan Budaya Takbenda atau intangible cultural heritage bersifat tak dapat dipegang (intangible/abstrak), seperti konsep dan teknologi; dan sifatnya dapat berlalu dan hilang dalam waktu seiring perkembangan zaman seperti misalnya bahasa, musik, tari, upacara, serta berbagai perilaku terstruktur lain. (Edi Sedyawati: dalam pengantar Seminar Warisan Budaya Takbenda, 2002).
Mengacu pada konvesi UNESCO tahun 2003 tentang safeguarding of intangible cultural heritage, Warisan Budaya Takbenda dibagi atas lima domain:
a) Tradisi Lisan dan Ekspresi;
b) seni pertunjukan;
c) adat istiadat masyarakat, ritual, dan perayaan-perayaan;
d) pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta;
e) keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional.